Press "Enter" to skip to content

5 Jurus Super Meredakan Konflik Dalam Proyek Anda

0

Sebuah proyek begitu kompleks dan menuntut organisasi yang dinamis dalam pelaksanaannya. Satu proyek melibatkan begitu banyak item pekerjaan dengan organisasi proyek yang melibatkan  banyak personel, tak jarang menimbulkan konflik karena latar belakang anggota proyek yang beragam.

Konflik bisa mengganggu dan secara negatif berpengaruh terhadap individu, kelompok maupun organisasi. Konflik tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena apabila tidak diselesaikan maka akibat yang mungkin terjadi, antara lain suasana kerja menjadi tidak nyaman, sikap masa bodoh, motivasi yang menurun, stress dan frustasi bagi pihak yang berkonflik, mengganggu pencapaian hasil kerja dan tujuan organisasi.

Penyebab konflik bisa bermacam-macam seperti perbedaan kepentingan antara stakeholders proyek, gaya kepemimpinan Manajer Proyek, adanya perubahan lingkup pekerjaan, adanya perubahan jadwal, penundaan jalannya proyek, penolakan perubahan scope pekerjaan, konflik antara tim proyek, konflik dengan pihak Vendor, ketidakjelasan aturan Tata Kelola Proyek, dan lain sebagainya.

Manajemen konflik proyek sangat dibutuhkan karena tidak setiap orang merespon konflik dengan cara yang sama, tergantung kepada bentuk konflik, situasi dan kapasitas individu yang bersangkutan.

Berikut ini The Mentor paparkan 5 Jurus Super ampuh meredam konflik dalam proyek anda. Anda bisa memilih salah satu jurus berikut yang disesuaikan dengan kondisi yang anda hadapi.

1. JURUS PAKSA

Jurus penyelesaian konflik dengan mendorong sudut pandang seseorang dengan mengorbankan orang lain. Jurus ini menimbulkan efek Menang atau Kalah.

Dalam gaya ini seseorang cenderung menggunakan kekuasaan, jabatan, mandat, barang milik, atau kepribadian dalam memutuskan sesuatu untuk meredakan konflik.

Orientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain, mendorong seseorang untuk menggunakan taktik “saya menang, kamu kalah”. Gaya ini sering disebut memaksa karena menggunakan legalitas formal dalam menyelesaikan masalah.

Gaya ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting, dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Tetapi tidak cocok untuk menangani masalah yang menghendaki partisipasi dari mereka yang terlibat.

Kekuatan utama gaya ini terletak pada minimalnya waktu yang diperlukan. Kelemahannya, sering menimbulkan kejengkelan atau rasa berat hati untuk menerima keputusan oleh mereka yang terlibat.

2. JURUS KOLABORASI

Jurus penyelesaian konflik dengan menggabungkan banyak sudut pandang dan wawasan dari perspektif yang berbeda yang mengarah pada konsensus dan komitmen. Dalam gaya ini pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama-sama mengidentifikasikan masalah yang dihadapi, kemudian mencari, mempertimbangkan dan memilih solusi alternatif pemecahan masalah.

Gaya ini cocok untuk memecahkan isu-isu kompleks yang disebabkan oleh salah paham, tetapi tidak sesuai untuk memecahkan masalah yang terjadi karena sistem nilai yang berbeda. Kelemahan utamanya adalah memerlukan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah.

Jurus ini kebalikan dari jurus paksa yang menawarkan solusi menang-menang. Kebutuhan kedua belah pihak adalah sah dan penting. Penghargaan yang tinggi terhadap sikap saling mendukung, tegas dan kooperatif. Ketika pihak-pihak yang terlibat mau membicarakan secara terbuka pokok permasalahan, solusi yang saling menguntungkan dapat ditemukan tanpa salah satu pihak yang dirugikan.

Teknik menyelesaikan konflik dengan menggabungkan beberapa pandangan dan dari beberapa perspektif yang berbeda. Membutuhkan perilaku yang kooperatif dan dialog terbuka untuk mendapatkan satu konsensus atau komitmen bersama, misalnya menjalankan pekerjaan proyek berdasarkan konsensus dan kesepakatan hasil meeting.

3. JURUS KOMPROMI

Jurus menyelesaikan konflik dengan mencari solusi yang membawa beberapa tingkat kepuasan kepada semua pihak. Memperlakukan konflik sebagai masalah yang harus dipecahkan dengan memeriksa alternatif; membutuhkan sikap memberi dan menerima dan dialog terbuka.

Gaya ini menempatkan seseorang pada posisi moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepentingan orang lain. Ini merupakan pendekatan saling memberi dan menerima dari pihak-pihak yang terlibat.

Jurus Kompromi cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama. Misalnya, dalam negosiasi kontrak antara buruh dan majikan, adanya deadlock, waktu yang tidak cukup, menyelesaikan masalah pekerjaan proyek yang diusulkan kedua belah pihak, kita ingin menjaga hubungan baik, kita tidak akan mendapatkan apa-apa apabila tidak melakukan kompromi.

Kekuatan utama dari kompromi adalah pada prosesnya yang demokratis dan tidak ada pihak yang merasa dikalahkan.

Dalam metode ini tidak ada kelompok yang menang atau kalah secara menonjol, karena keputusan yang dicapai mungkin tidak ideal bagi setiap kelompok. Kompromi dapat digunakan sangat efektif apabila pencarian tujuan (misalnya uang) dapat dibagi-bagi. Jika hal ini tidak mungkin, maka satu kelompok harus berkorban.

4. JURUS AKOMODASI

Jurus menyelesaikan konflik dengan lebih menekankan bidang kesepakatan daripada bidang-bidang perbedaan. Cara ini menekankan pada kepentingan umum dari kelompok-kelompok yang bertentangan dan menghilangkan perbedaaan di antara mereka. Alasannya bahwa dengan menekankan kesamaan pandangan mengenai beberapa masalah tertentu, maka akan mudah mengarahkan kepada tujuan bersama.

Seseorang yang bergaya akomodasi lebih memusatkan perhatian pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri. Gaya ini sering pula disebut melicinkan, karena berupaya mengurangi perbedaan-perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan di antara pihak-pihak yang terlibat. Kekuatan strategi ini terletak pada upaya untuk mendorong terjadinya kerjasama.

Gaya akomodasi  bersikap menyetujui, tidak agresif dan kooperatif, bahkan dengan mengorbankan keinginan pribadi karena efeknya tidak sepadan jika mengambil resiko yang akan merusak hubungan dan menimbulkan ketidakselarasan secara keseluruhan.

Atasan mengeluarkan kebijakan penghematan dalam anggaran proyek karena gagal mendapatkan pembiayaan dari pihak ketiga. Kemudian mengeluarkan strategi berbagi anggaran dengan strategi silang. Jurus akomodasi bisa diterapkan para proyek manajer untuk sepakat melakukan sharing budget bersama. Disini dibutuhkan kelihaian dan teknik negosiasi yang mumpuni proyek manajer yang kekurangan biaya untuk meminta kelebihan anggaran dari proyek manajer lain yang memiliki kelebihan anggaran. Teknik interpersonal skill dan metoda pendekatan individu adalah kunci yang harus dipadukan dengan jurus akomodasi.

5. JURUS MENGHINDAR

Jurus menyelesaikan konflik dengan cara mundur atau menghindari situasi yang berpotensi konflik.

Jurus menghindar cocok digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau remeh, atau jika biaya yang harus dikeluarkan untuk konfrontasi jauh lebih besar daripada keuntungan yang akan diperoleh. Gaya ini tidak cocok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit atau buruk. Kekuatan dari strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua.

Klien mempertanyakan pekerjaan tambahan dan mengeluhkan dalam rapat karena belum dimulai dan tidak ada perkembangan. Surat pengajuan pekerjaan tambahan yang belum disetujui anggaran dan waktunya menjadi kendala bagi proyek manajer dan tim untuk segera melaksanakan pekerjaan tersebut. Jurus menghindar bisa diterapkan dalam situasi ini sambil mengusahakan proses approval disetujui secepat mungkin.

Bisa juga terjadi suatu masalah yang selesai tanpa ada kesepakatan, dikarenakan kesadaran dari masing-masing pihak yang tidak menginginkan terjadinya resiko fatal jika masalah dilanjutkan. Situasi ini bisa dibilang penyelesaian secara psikis, karena masing-masing pihak mengurungkan niatnya atau menghindar karena kesadaran penuh.

Demikian 5 Jurus Super yang bisa anda gunakan dalam Manajemen Konflik Proyek. Namun perlu diperhatikan bahwa setiap jurus mempunyai kekuatan dan kelemahannya sendiri dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Berpulang kepada kemampuan pemimpin untuk membaca situasi dan kondisi, memilih serta mengembangkan keterampilan menerapkan jurus-jurus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 5 =