Press "Enter" to skip to content

Karate Project Management – Amin Leiman

0

Beli Bukunya

Memasuki pintu Gramedia, saya sudah disambut oleh buku-buku yang terpajang rapi. Menyusuri setiap sudut Gramedia memiliki sensasi tersendiri, khususnya bagi pecinta buku terbaru. Mata saya tiba-tiba menangkap judul buku yang sangat unik, “Karate Project Management”. Apa hubungannya “Karate” dengan “Project Management”? Sedikit penasaran, saya raih buku itu. Sampul buku berwarna putih dengan kombinasi huruf warna hitam dan merah. Dari sampul depan dan belakang buku, saya mendapatkan penjelasan bahwa buku ini ditulis oleh Amin Leiman seorang Karateka Shotokan Dan 1 (SKIF, Tokyo, Japan) yang bermukim di Los Angeles, California, USA. Penulis juga seorang Project Manager Senior dan seorang pendidik yang pernah menjadi dosen luar biasa di Shidler College of Business di University of Hawaii, Manoa, Hawaii Pacific University, dan California State Polytechnic University, Pomona. Penulis juga adalah pendiri Bendino Premier Project Management Academy yang berpusat di Amerika Serikat.

Buku “Karate Project Management”, mengibaratkan seorang Karateka seperti seorang Project Manager. Layaknya seorang Karateka yang biasa menerima gempuran serangan dan pukulan bertubi-tubi, seorang Project Manager pun dalam proyek mendapat serangan dan masalah bertubi-tubi seperti proyek tertunda, biaya yang semakin menipis, semangat tim kerja yang mulai menurun, penyandang dana yang mulai resah, komplik internal, kecelakaan, dan lain-lain. Dengan kondisi yang seperti ini, Project Manager tidak bisa lagi menggunakan logika dalam mengatasi persoalan tetapi harus mampu mengelola faktor emosi untuk menyelesaikan masalah diatas.

Buku “Karate Project Management” mengandung 7 poin pembelajaran (7 Bodies of Knowlegde), yaitu Project Energy Management, Project Emotional Management, Project Total Awarness Management, Project Harmony Management, Project Reflection Management, Project Continuous Improvement Management dan Project Reset Management.

Saya jadi teringat dengan “10 Bodies of Knowlegde PMBOK GUIDE by PMI”. Apakah sama, berbeda atau saling melengkapi? Begitulah kira-kira pertanyaan dalam hati saya.

Dalam buku ini menjelaskan bahwa “Karate Project Management” adalah pelengkap dari “10 Bodies of Knowlegde PMBOK GUIDE by PMI”.  PMBOK GUIDE memberikan pendekatan otak kiri yang sifatnya logika dalam menyelesaikan masalah proyek. Sedangkan Karate Project Management lebih banyak memakai otak kanan dalam mengatur emosi seorang Project Manager dalam menyelesaikan seribu masalah yang datang bertubi-tubi.

Saya setuju dengan konsep ini, logika dan emosi, IQ dan EQ, otak kiri dan otak kanan, harus memainkan porsi yang seimbang dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam proyek. Seorang Project Manager harus mampu memadukan logika dan emosi dalam menghadapi dinamika proyek yang kompleks dan dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 7 =