Categories: MANAJEMEN

Sekelumit Tentang Earned Value Analysis

Share artikel ini :

Aktivitas proyek harus dipantau secara kontinue dengan Earned Value Analysis, diukur dengan membandingkan aktivitas aktual terhadap plan yang disetujui dan dibuat pada tahap planning. Aktual start date dan finish date dicatat untuk mengukur performance proyek sejauh mana menyimpang dari rencana awal, apakah progressnya tepat waktu? lebih cepat atau lambat. Pemantauan secara berkesinambungan dan terus-menerus diperlukan untuk mencegah semua potensi keterlambatan proyek lebih dini. Identifikasi dini terhadap keterlambatan proyek sangat menguntungkan team untuk melakukan langkah mitigasi proyek secepat mungkin. Banyak proyek yang terlambat melakukan deteksi dini, akibatnya diperlukan langkah mitigasi yang ekstrim dan membuat team proyek frustasi.

Deteksi dini keterlambatan proyek memerlukan tool management yang tepat untuk bisa memberikan analysis status proyek secara akurat.

Ada dua tool yang secara luas dipakai oleh praktisi proyek yaitu S-Curve dan Earned Value.

S-Curve mampu menyajikan data secara grafis dan eye catchy, sangat disukai oleh para praktisi, karena penyajiannya yang simple dan mudah dimengerti bahkan oleh awam sekalipun. Kekurangannya, S-Curve hanya bisa menyajikan pelaporan Performance dan Budget. Akumulasi biaya aktual  untuk progress tertentu yang telah dibuat pada planning stage, oleh S-Curve mampu disajikan dengan sangat baik dan mudah dimengerti, tetapi tidak bisa memprediksi berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

Earned Value mampu menyajikan pelaporan performance, budget and remaining cost sekaligus. Kekurangannya, penyajiannya tidak grafis dan tentu saja kurang disukai oleh praktisi pada umumnya.

Earned Value adalah solusi terhadap keterbatasan S-Curve dalam melakukan monitoring and controlling proyek. Apakah remaining cost cukup untuk membiayai sisa pekerjaan? Jika tidak cukup, lalu berapa tambahan biaya yang diperlukan? Berapa total biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan?

Ada tiga data penting Earned Value Analysis, yaitu Planned Value (BCWS), Earned Value (BCWP) dan Actual Cost (ACWP).

ACWP adalah kepanjangan dari Actual Cost of Work Performance yang berarti jumlah biaya yang sesungguhnya terpakai untuk kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

Budgeted Cost of Work Performance atau disingkat BCWP yaitu jumlah anggaran yang senilai untuk kegiatan yang telah terlaksana.

Sedangkan Anggaran yang direncanakan untuk kegiatan yang dilaksanakan adalah BCWS yang merupakan kepanjangan dari Budgeted Cost of Work Peformance.

Jika BCWP nilainya sama dengan BCWS, maka proyek dikatakan tepat waktu. Proyek akan lebih cepat dari schedule jika BCWP lebih besar dari BCWS. Sebaliknya jika lebih kecil, indikasinya adalah proyek delay. Rasio BCWP terhadap BWCS ini disebut juga dengan Schedule Performance Index disingkat SPI, dimana fungsi ini sama dengan “S-Curve Progress Plan vs Actual”.

Lalu bagaimana dengan status cost proyek? Bagaimana cara mengukur dengan Earned Value? Perbandingan BCWP bukan lagi terhadap BCWS tetapi dengan ACWP. Jika BCWP nilainya sama dengan ACWP, maka biaya proyek sesuai dengan anggaran. Sehingga BCWP yang lebih besar dari ACWP adalah yang diharapkan terjadi dalam proyek karena itu indikasi bahwa biaya proyek lebih kecil atau proyek lebih hemat. Demikian juga sebaliknya, proyek akan overbudget jika ACWP nya yang lebih besar. Rasio ini disebut dengan Cost Performance Index disingkat CPI. Fungsi CPI sama dengan “S-Curve Budget Plan vs Actual”.

Sekarang kita sampai kepada topik yang telah saya bahas diawal artikel, yang menjadi kelebihan Earned Value dibandingkan dengan S-Curve, yaitu analisa Remaining Cost. Jika budget proyek kita kurangi dengan BCWP lalu kita bagi dengan CPI, kita akan mendapatkan nilai Estimate To Complete (ETC) Proyek. Jika nilai ETC lebih kecil dari Remaining Cost proyek…. maka…. SELAMAT…. Remaining Cost proyek anda cukup untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.


Share artikel ini :
PROJECTnowadays.com

Recent Posts

Meneropong Masa Depan: Proyek-Proyek Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin

Kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) telah menjadi kekuatan pendorong di balik transformasi digital…

2 years ago

Mendorong Perubahan Menuju Transportasi Berkelanjutan: Peran Inovasi dalam Mengurangi Emisi Karbon

Transportasi adalah salah satu sektor utama yang berkontribusi pada emisi karbon dan polusi udara global.…

2 years ago

Peran Inovasi Teknologi dalam Mendorong Industri Migas dan Energi

Industri migas dan energi telah menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi global, dan terus…

2 years ago

Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi: Inovasi dan Tantangan dalam Industri Migas

Industri minyak dan gas bumi (migas) adalah salah satu sektor utama dalam industri energi global…

2 years ago

Manajemen Strategis: Memandu Organisasi Menuju Kesuksesan Jangka Panjang

Dalam dunia bisnis yang terus berubah dengan cepat, organisasi harus memiliki visi jangka panjang dan…

2 years ago

Membangun Masa Depan Energi Berkelanjutan: Peran Pengembangan Pembangkit Listrik dan Jaringan Listrik Cerdas

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan energi, pengembangan pembangkit listrik yang lebih efisien dan…

2 years ago